SBY Mau Ruhut Jadi Ketua Umum Partai Demokrat

0
94

Oleh: Pakde Kartono

Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, sudah menjadi tersangka kasus korupsi di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Iapun melepas jaket kebesaran partai Demokrat sebagai tanda ia berhenti sebagai ketua umum partai demokrat. Sementara ini jabatan ketua umum PD (Partai Demokrat) dijalankan secara bersama-sama oleh dua Wakil Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, dan Direktur Eksekutif sambil SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) menimbang-nimbang siapa yang paling cocok jadi ketua umum menggantikan Anas Urbaningrum.

Sambil makan malam, SBY bincang-bincang dengan bu Ani perihal sosok yang tepat untuk menggantikan Anas Urbaningrum. SBY diwakili huruf S, bu Ani diwakili huruf A:

S: “Bu, siapa yah kira-kira yang cocok jadi ketua umum gantikan Anas?”

A: “Bagaimana kalo anak kesayanganmu, Ibas?”

S: “Jangan deh Bu, aku gak mau dibilang partai demokrat seperti kerajaan atau perusahaan keluarga, dimana yang jadi pewaris posisi ketua umum harus putra mahkota atau anak kandung. Aku mau partai Demokrat dilihat orang sebagai partai terbuka, siapapun boleh masuk dan berkarir di partai demokrat, walaupun kendali penuh tetap ditangan kita”.

A: “Cuek aja Pak, semua orang juga begitu jika punya kesempatan”.

S: “Jangan bu, aku gak mau ambil resiko, nanti elektabilitas partai demokrat akan semakin turun. Saat ini menurut Saiful Jamil saja, elektabilitas partai demokrat tinggal 3%. Kamu tahu sendiri, Ibas kan males-malesan anaknya. Sidang paripurna saja bolos, padahal tanda tangan absensi. Nanti rapat partai demokrat kalo ketua umum bolos, siapa yang akan pimpin rapat?”

A: “Iya juga yah Pak. Bagaimana kalo Ramadhan Pohan?”

S: “Jangan Pohan Bu, aku gak mau dibilang nepotisme. Nanti orang-orang pikir, semua keluarga dekat mau ku jadikan pengurus teras Partai Demokrat. Sekjen partai demokrat anakmu, ketua dewan pembina suamimu. Masa ketua umum partai, ponakan dari besan kita juga?”

A: “Biar saja Pak, daripada dijabat orang lain, tidak bisa dipercaya”.

S: “Yang lain saja bu, aku kurang sreg dengan Ramadhan Pohan”.
A: “Bagaimana kalo Mahfud Md Pak? Dia sepertinya banyak yang suka, terkenal bersih, dan sepertinya dia butuh kendaraan buat maju pemilihan presiden 2014?”

S: “Jangan dia bu, aku gak percaya sama Mahfud MD. Dia kan bukan kader partai Demokrat, dia kader PKB, loyalis Gus Dur, dan sepertinya juga loyal kepada Aburizal Bakrie. Beberapa kali terlihat akrab dengan ARB di berbagai kesempatan, makanya pilkada-pilkada banyak dimenangkan kader-kader partai Golkar. Kader-kader partai demokrat banyak kalah, baik di pilkada langsung maupun setelah mengajukan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi”.

A: “Ah bapak ribet dan suudzon aja. Mahfud dekat dengan ARB kan karena sama-sama jebolan HMI, sama seperti kenapa dia dekat dengan Anas. Lalu, kader demokrat kalah di pilkada karena memang kualitas kader kita kalah baik. Contohnya Foke lawan Jokowi, nenek-nenek gak punya gigi juga tahu yang bakal menang pasti Jokowi, ngapain repot-repot Foke lawan Jokowi, buang-buang tenaga dan duit, mending nyerah saja sekalian”.

S: “Ibu kaya baru kenal aku aja. Kalo gak ribet dan suudzon bukan SBY namanya. Hehehe”.

A: “Hihihi iya juga yah Pak. Kalo calon bapak siapa?”

S: “Kalo Marzuki Alie bagaimana Bu? Kasihan dia, waktu itu dia kalah oleh Anas dalam pemilihan ketua umum sewaktu kongres di Bandung tahun 2010 lalu, padahal restu sudah aku berikan, namun Anas sepertinya lebih kuat, dia benar-benar kuda hitam, salah aku tak memperhitungkan sosok Anas, dia ibarat bayi tidak ku harapkan lahir sebagai ketua umum partai demokrat, nyatanya ia memenangkan kongres PD di Bandung. Konsolidasinya ke kader di akar rumput lebih baik, dengar-dengar dana Anas untuk kongres di Bandung Rp 50 miliar lebih. Entah darimana dana sebanyak itu?”

A: “Jangan Marzuki Alie deh Pak”.

S: “Kenapa Bu?”

A: “Marzuki Alie sering ngomong ngawur, saat tsunami di Nias dia bilang kalo takut tsunami jangan bikin rumah dipinggir pantai. LOL. Ia juga pernah ramai dihujat banyak orang saat meminta KPK dibubarkan dan memberi maaf para koruptor, dan banyak lagi blunder omongannya yang lain. Lagipula dia pernah jadi tersangka saat menjabat direktur di PT Semen Baturaja, walaupun akhirnya saya minta kejaksaan agung untuk SP3 kasusnya. Ia juga menjabat ketua DPR RI, tugasnya sudah sangat berat, nanti terbengkalai pekerjaannya malahan kalo rangkap jabatan”.

S: “Iya juga sih Bu. Kalo Ruhut Sitompul bagaimana bu?”

A: “Kalo Ruhut cocok Pak, dia kan yang sejak awal minta Anas legowo mundur, saat orang-orang tak ada yang berani minta Anas mundur, Ruhut tampil paling depan menghunus pedang melawan Anas Urbaningrum, sampai-sampai ia dipecat dari ketua bidang komunikasi DPP Partai Demokrat, dan satu hal yang paling penting …”.

S: “Apa satu hal penting itu Bu?”

A: “Ruhut selalu membela Bapak dan saya di mana saja, di berbagai kesempatan, tak peduli omongan orang tentang kita benar atau salah, Ruhut sangat loyal sama kita”.

S: “Hihihi bener juga yah Bu, padahal omongan orang-orang tentang kita banyak benarnya, tapi Ruhut tidak terima dan serang balik orang-orang tersebut. Kita aja suka geli pas nonton TV lihat Ruhut marah gara-gara ada orang menjelek-jelekan kita”.

A: “Hihihi iya bener Pak. Ya sudah Ruhut saja jadi ketua umum partai demokrat, kasihan dia cuma jadi anggota DPR saja. Kemarin mau jadi menkumham dan wamenkumham, kalah sama Amir dan Denny. Mau jadi Jaksa Agung kalah sama Basrief. Mau jadi artis kalah ganteng sama Eza Gionino. Mau jadi penyanyi kalah bagus suaranya sama Afgan. Mau jadi dalang, kalah sama Sujiwo Tedjo. Mau jadi pendeta gak lulus ujian (berdasarkan pengakuan Ruhut di acara Apa Kabar Indonesia Pagi TV One). Mau jadi penulis dan pengamat politik, kalah tajam tulisannya dan pengamatannya sama Hanta Yudha dan Pakde Kartono. Hehehehe”.

S: “Sip bu. Biar Ruhut saja yang jadi ketua umum Partai Demokrat. Makasih yah bu diskusinya”.

A: “Sama-sama Pak”.

===

Catatan kaki: Opini Humor ini terpajang dalam media online, Kompas, dalam kolom “Kopasiana” di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 28 Februari 2012. Tulisan selengkapnya dapat dilayari juga di: http://hiburan.kompasiana.com/humor/2013/02/28/sby-mau-ruhut-jadi-ketua-umum-partai-demokrat-532848.html?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kanawp [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 28 Februari 2013].

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here