Pantia SSB dari Sorong ke Raja Ampat Menerbitkan Guide Book

1
145

Menurut Ketua Panitia SSB, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang juga Dosen Senior di STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) Sorong, Guide Book atau Buku Petunjuk ini disusun untuk untuk kepentingan terbatas dan praktis saja, yakni memandu kegiatan SSB (Seminar Sambil Berlayar) dari Sorong ke Raja Ampat di Papua Barat, Indonesia. Kegiatan SSB berlangsung dari tanggal 10-14 Juli 2017, dan diikuti oleh para Guru dan Dosen dari tiga negara IMB (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam), yang kesemuanya berjumlah 48 orang.

Sementara itu, menurut Ketua Umum ASPENSI, Andi Suwirta, M.Hum, yang juga Dosen Senior di UPI Bandung, menyatakan bahwa gagasan tentang perlunya SSB muncul pertama kali dalam acara MSB (Melawat Sambil Belajar) ke Kampus UMS (Universiti Malaysia Sabah) di Kota Kinabalu, Negeri Sabah, Malaysia, pada bulan Juli 2016. Dalam kegiatan MSB tersebut, para Guru dan Dosen dari berbagai lembaga pendidikan dan PT (Perguruan Tinggi) di Indonesia bertemu dan bersepakat dengan para Dosen dari UMS dan UBD (Universiti Brunei Darussalam) di Kota Kinabalu untuk membentuk Forum Komunikasi dalam rangka sharing and caring berkenaan dengan masalah akademik di tiga negara IMB. Diskusi dan tukar-menukan gagasan, program, dan pengamalan juga terjadi dalam forum MSB tersebut.

Maka, dalam waktu yang tidak terlalu terbentuklah WAG BRIMAN (WhatsApp Group Brunei Indonesia Malaysia Academics Network), yang beranggotakan siapa saja yang peduli dan mau berbagi tentang masalah-masalah akademik di kawasan Asia Tenggara. Hingga bulan Juni 2017, anggota dalam WAG BRIMAN sudah mencapai 159 orang, yang terdiri dari para Guru dan Dosen lintas disiplin ilmu dari negara-negara Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Philippines, Bangladesh, dan Australia. Melalui WAG BRIMAN dan ASPENSI (Asosiasi Sarjana Pendidikan Sejarah Indonesia) ini pula gagasan untuk mengadakan kegiatan SSB dirancang dan didiskusikan.

Kegiatan SSB pertama ini dilaksanakan di Indonesia, dengan STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) Sorong betindak sebagai Tuan Rumah dan Penyelenggara kegiatan, yang dibantu oleh pihak ASPENSI di Bandung dan disponsori oleh pihak UBD di Bandar Seri Begawan. Jika disepakati oleh para Anggota WAG BRIMAN dan ASPENSI, kegiatan SSB ini akan dilaksanakan saban tahun, dengan Tuan Rumah dan Penyelenggara yang bergiliran antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Untuk kegiatan SSB tahun 2018, misalnya, bisa saja dilaksanakan “Dari Alor Star ke Langkawi di Negeri Kedah Darul Aman, Malaysia”; atau bisa juga misalnya “Dari Labuan (Malaysia) ke Muara (Brunei Darussalam)”, tergantung kepada kesiapan Panitia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Minda Masagi Press, Sri Redjeki Rosdianti, M.M.Pd., yang juga Guru Senior di SMP Labschool UPI Kampus Cibiru di Bandung, menyatakan bahwa agar kegiatan SSB tidak hanya bersifat seremonial dan piknik, maka diselenggarakan juga kegiatan akademik, yaitu seminar untuk menyajikan dan mendiskusikan makalah-makalah dari peserta berbagai negara (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam) tentang berbagai hal. Malalah-makalah yang disajikan dan didiskusikan boleh ditulis dalam BINA (Bahasa Indonesia), BM (Bahasa Melayu), maupun BING (Bahasa Inggris). Semua makalah tersebut, setelah direvisi oleh para penulisnya, diharapkan bisa diterbitkan dalam jurnal-jurnal ilmiah milik Minda Masagi Press ASPENSI di Bandung, Jawa Barat, Indonesia, atau di jurnal-jurnal ilmiah lain yang bereputasi.

Dalam kegiatan SSB ini ditampilkan tiga orang Pembicara Utama, yakni Prof. Dr. Haji Endang Komara dari Indonesia, Prof. Madya Dr. Ismail Ali dari Malaysia, dan Prof. Madya Ampuan Dr. Haji Brahim bin Ampuan Haji Tengah dari Brunei Darussalam. Setelah itu diikuti dengan Sesi Paralel dari makalah-makalah yang masuk kepada Panitia SSB. Pihak Panitia hanya bisa menyediakan Kumpulan Abstrak untuk makalah-makalah yang masuk, dimana dalam proses penyajian makalah, para penulis disarankan untuk membuat Powe Pointers, dengan waktu penyajian yang terbatas, yakni 15 menit saja.

“Pihak Panitia berharap bapak/ibu dapat memanfaatkan kegiatan SSB ini sebagai ajang silaturahmi akademik dengan para Guru dan Dosen dari tiga negara IMB. Ajang silaturahmi akademik dapat berupa: penelitian bersama, menulis dalam jurnal ilmiah atau buku bersama, pertukaran Dosen dan Mahasiswa, menjadi Penguji Luar Negara, menyelenggarakan Seminar Bersama, dan sebagainya. Pihak ASPENSI dan Minda Masagi Press siap membantu menjembatani kepentingan silaturahmi akademik tersebut”, kata Ismail Suardi Wekke.

Akhirnya, pihak Panitia SSB memohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam kegiatan SSB ini banyak informasi dan pelayanan yang kurang memuaskan. “Kami, pihak Panitia, sudah berusaha sekuat tenaga memberikan informasi dan pelayanan yang maksimal. Sekian dan terima kasih”, Ismail Suardi Wekke mengakhiri pembicaraan. [MAS]

SHARE

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here