Dr. Didin Saripudin: Isola Resort Alat Keduk Keuntungan

16
460

BANDUNG, (PR-LM).- Pengalihfungsian gedung Training Centre dan Dormitori (asrama mahasiswa) menjadi Hotel “Isola Resort” yang dikomersialkan dan menjadi alat mengeduk keuntungan pihak-pihak tertentu telah melanggar ketentuan. Hal itu dikatakan Koordinator Penyelamatan UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), Dr. Didin Saripudin, di Bandung, Senin (22/7/2013).

Seperti diketahui Dr. Didin Saripudin melaporkan dugaan penyimpangan di tubuh UPI Bandung ke Inspektorat Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) pada April 2013.

Selain itu, laporan juga terkait penyimpangan Pembangunang Gedung Training Centre di Kota Serang, Provinsi Banten. Pada tahun 2011 lalu pembangunan gedung dihentikan secara paksa karena tidak memiliki IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) oleh pihak Pemda (Pemerintah Daerah) Kota Serang. Hingga kini kondisinya terlunta-lunta. Ditengarai pembangunan Gedung Training Centre ini bermasalah, baik dari perizinan maupun dari pembiayaannya.

Dosen Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) itu juga memaparkan dalam laporannya mengenai penghambur-hamburan dan penyimpangan dana yang bersumber dari masyarakat.

Berdasarkan buku Laporan Tahunan UPI Tahun 2011, Sumber Dana yang masuk dari Masyarakat (UTU) ke kas UPI sebesar 260 Milyar lebih besar daripada sumber APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang hanya 230 Milyar.

Namun uang tersebut bukannya dimanfaatkan untuk mendorong dan merealisasikan visi dan misi universitas, tetapi oleh Rektor dan jajaran birokrat UPI dihambur-hamburkan seenaknya.

“Ada beberapa kegiatan pemborosan perjalanan ke luar negeri dengan penyimpangan 28 miliar. Ini bukan tidak boleh ke luar negeri, tapi terlalu sering dan tidak ada peningkatan signifikan terhadap pengembangan UPI secara akademik”, kata Didin.

Dia juga mengemukakan penyimpangan dengn rangkap jabatan dan tunjangan ganda. Dalam lima tahun terakhir ini banyak para pejabat di lingkungan UPI yang melakukan rangkap jabatan, yang juga tentunya berimplikasi pada terjadinya tunjangan ganda. Berdasarkan peraturan, tidak boleh adanya tunjangan ganda.

Belum lagi adanya pembiaran pelanggaran akademik dan administrasi seperti jual beli nilai mata kuliah atau merubah nilai mata kuliah yang sudah terjadi sejak tahun 2005. Ini melibatkan oknum tenaga administrasi, mahasiswa, dan dosen have a peek at this site.

“Ini sudah lama dirasakan oleh akademika UPI, seolah menjadi rahasia umum dan tidak diselesaikan ataupun diberi sanksi,” ujar Didin. (A-208/A-26)***

===

Catatan kaki: Berita ini terpajang dalam surat kabar online, PIKIRAN RAKYAT, di Bandung, Jawa Barat, Indonesia, pada hari Senin, 22 Juli 2013. Berita asali dan lengkap, dapat dikunjungi pula di website: http://www.pikiran-rakyat.com/node/243806 [diakses di Hotel Ibis, Mangga Dua, Jakarta: 23 Juli 2013].

SHARE

16 COMMENTS

    • Hayu atuh urang patatalepa jeung silih bejaan yen DB teh plagiator di UPI nomer hiji! Eh, nomer 2 ketang, da nomer hijina mah Cecep Darmawan!

  1. Orang yang mengkomersilkan “Isola Resort” akan berakhir di “tempat pengasingan” alias Hotel Prodeo. Insya Allah.

  2. UPI = Universitas Penyunatan Indonesia, Coba uang Bidik Misi saja untuk mahasiswa kurang mampu disunat. Mahasiswa bersatu tak bisa dikalahkan !!!

  3. bila seseorang membawa berita buruk tentang suatu kaum, segera cek dulu kebenaran itu, apakah valid dan reliable atau tidak. Kalau setiap berita ditelah mentah-mentah, suatu saat akan ada fitnah besar.

    • Heueuh Ceng, bener. Pami aya bewara ngeunaan Abah Ayo, kedah dicek heula. Bisi bener eta bewara teh. Pami bener eta berita, geuwat dibantah ku Humas nu atah adol, teu profesional. Wak wak wak.

  4. Sae mang Uceng, makana kedah di cek ku lembaga atanapi jalmi nu independen sareng pihak nu berwenang sapertos itjen, BPk atanapi KPK. Satuju ah !!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here