Telah Terbit: Jurnal ATIKAN Edisi Desember 2012

2
146

Menerbitkan jurnal ilmiah bukanlah perkara yang mudah, terutama bila dikaitkan dengan keberkalaannya, yakni dapat terbit secara tepat waktu (on time). Umumnya, para pengelola jurnal ilmiah mengalami kesulitan untuk menjaga keberkalaan karena banyak faktor. Salah satunya yang penting adalah kekurangan artikel ilmiah yang berkualitas dan datang dari berbagai lembaga atau negara.

“Alhamdulillah, ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan sejak pertama kali diterbitkan pada bulan Juni 2011 hingga sekarang, tidak pernah kekurangan naskah”, demikian Iyep Candra Hermawan, M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNSUR (Universitas Suryakancana) di Cianjur, Jawa Barat, menandaskan.

Menurut Iyep, yang juga Pengelola Jurnal ATIKAN, hal ini merupakan bentuk kepercayaan (trust) masyarakat akademik kepada keberadaan jurnal ilmiah kami, sehingga keberkalaan dan kualitas artikel dalam jurnal ATIKAN ini dapat dipertahankan.

ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan untuk edisi Desember 2012 ini menyajikan 9 (sembilan) tulisan yang menarik, sebagai berikut: (1) Najeemah Mohd Yusof, “School Climate and Students Dropouts: A Global Perspective”; (2) Bambang Hidayat, “Memijah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi kedalam Etos Budaya Pembangunan”; (3) Muhammad Faizal A. Ghani, “Amalan Kecemerlangan Sekolah dalam Kalangan Dua Jenis Sekolah Berprestasi Tinggi di Malaysia”; (4) Hilal Ahmad Wani, “Madrasah Education in India: A Need for Reformation”; (5) Siti Maryam, “Menjawab Tantangan Global dengan Mengembangkan Potensi Lokal: Studi Kasus pada Budaya dan Literasi Masyarakat Cianjur”; (6) Abdul Fatah & Sri R. Rosdianti, “Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif dengan Teknik Number Head Together”; (7) Norhasni Zainal Abiddin, “Application of Q & A Technique in Learning for Students Development”; (8) Siti Andriani, “Pengembangan Bahan Ajar Praktikum Kalkulus Melalui Program Maple untuk Meningkatkan Penalaran dan Representasi Mahasiswa”; dan (9) Arlin Adam, “Potret Lokasi Pelacuran dan Karakteristik Pekerja Seks di Kota Makassar: Upaya untuk Penyadaran dan Pencegahan Penyakit HIV/AIDS”.

Bila dilihat dari sajian artikel di atas, maka para penulis dalam jurnal ATIKAN edisi Desember 2012 ini adalah para akademisi yang datang dari negara Indonesia, Malaysia, dan India.

Sementara itu Andi Suwirta, M.Hum., Ketua Umum ASPENSI (Asosiasi Sarjana Pendidikan Sejarah Indonesia) menyatakan bahwa keberkalaan jurnal ilmiah juga ada hubung-kaitnya dengan kemampuan membangun jejaring (networking).

“Studi terkini menunjukkan bahwa kemampuan membangun jejaring juga merupakan satu kecerdasan seseorang, karena di dalamnya menuntut kompetensi untuk bisa meyakinkan dam membuat orang lain menaruh kepercayaan (trust) kepada kita”, kata Suwirta yang juga merupakan Dosen Senior di Jurusan Pendidikan Sejarah UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) di Bandung.

Memang, ASPENSI dalam menerbitkan jurnal-jurnal ilmiah tidaklah bekerja sendirian. Tapi ianya dilakukan dengan cara mebangun jejaring dan kerjasama dengan lembaga-lembaga lain. Sebagaimana ditunjukkan oleh ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, jurnal ini merupakan kerja bareng antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNSUR di Cianjur dengan ASPENSI di Bandung.

“Kita hidup di era globalisasi. Di samping ada kompetisi yang sehat, lebih penting lagi adalah perlunya kolaborasi yang saling menguntungkan”, demikian Suwirta mengakhiri pembicaraan. [MAS]

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here