Ditjen Dikti Mewajibkan Terbitan Berkala Ilmiah di Indonesia Punya Website

2
145

Ada berita terbaru dari Ditjen Dikti Kemdikbud RI (Direktorat jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia), sebagaimana dibuat beritanya oleh Yoga Arianda, pada tanggal 1 Oktober 2012 di website Dikti: www.dikti.go.id

Berita tersebut datangnya dari Dirjen Dikti, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, dan ditujukan kepada: Pimpinan Perguruan Tinggi / Koordinator Kopertis / Lembaga Penelitian dan Pengembangan, Organisasi Profesi, dan Pengelola Terbitan Berkala Ilmiah di seluruh Indonesia.

Adapun isi berita selengkapnya adalah sebagai berikut:

“Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2011 tentang Terbitan Berkala Ilmiah, khususnya Pasal 8 point f disampaikan bahwa Terbitan Berkala Ilmiah yang akan diakreditasi harus diterbitkan secara tercetak dan secara elektronik melalui jejaring teknologi informasi dan komunikasi. Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut.

Pertama, Terbitan Berkala Ilmiah yang akan diakreditasi, selain diterbitkan secara tercetak diharuskan diterbitkan secara elekironik (online).

Kedua, bagi Pengelola Terbitan Berkala Ilmiah yang sedang mengajukan proses penilaian akreditasi tahun 2012 agar segera menerbitkan juga secara elektronik. Apabila hingga selesai proses penilaian masih belum dapat menerbitkan secara elektronik, kami akan menunda penyampaian hasil penilaian sampai kami memperoleh konfirmasi bahwa Berkala Ilmiah tersebut telah diterbitkan secara elektronik dan dapat kami telusuri.

Ketiga, Penerbitan Berkala Ilmiah secara elektronik pada setiap Volume dan Nomor memuat judul, nama dan lembaga penulis, abstraksi dan kata kunci, serta full text dari setiap artikel dalam format PDF (kewenangan mengakses full text tergantung ketentuan pengelola Terbitan Berkala Ilmiah).

Keempat, bagi Pengelola Terbitan Berkala Ilmiah yang telah memiliki sistem pengelolaan jumal Online agar menyampaikan alamat situs yang dapat diakses melalui email ke: [email protected]

Kelima, untuk selanjutnya Ditjen Pendidikan Tinggi tidak akan melakukan penilaian akreditasi bagi Terbitan Berkala Iimiah yang tidak menerbitkan secara elektronik.

Demikian kami sampaikan, untuk dapat dilaksanakan dengan penuh tanggungiawab. Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami ucapkan terima kasih”.

Menanggapi berita tersebut, Ketua Umum ASPENSI (Asosiasi Sarjana Pendidikan Sejarah Indonesia), Andi SUWIRTA, merasa sangat gembira karena semua jurnal ilmiah yang diterbitkan sudah memiliki website. Dengan demikian, menurut SUWIRTA, jurnal-jurnal ilmiah milik ASPENSI memang tidak hanya diterbitkan secara tercetak tetapi juga secara online.

“Kami sangat gembira dan optimis bahwa jurnal-jurnal ASPENSI akan diakreditasi oleh Ditjen Dikti karena semua webnya bisa diakses dan dilayari setiap saat oleh siapapun di seluruh dunia”, kata SUWIRTA, yang juga Dosen Senior di Jurusan Pendidikan Sejarah UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) di Bandung.

Dengan kebijakan baru ini, kata SUWIRTA, semoga akan mengurangi apa yang dikenal dengan “jurnal bodong” atau “jurnal abal-abal”, yakni jurnal yang diterbitkan secara tercetak tapi isi tulisan-tulisannya tidak bisa dilacak kebenarannya serta tidak bisa dipertanggungjawabkan secara moral. Banyak kasus menunjukkan bahwa Dosen yang terkena kasus plagiat karena tulisannya dimuat dalam jurnal-jurnal yang berkategori “bodong” dan “abal-abal” tersebut.

SUWIRTA akhirnya mengharapkan kepada Ditjendikti agar memberikan dorongan dan penghargaan kepada para pengelola jurnal yang profesional karena dedikasi, ketekunan, dan kerja keras mereka adalah juga ikut membawa nama baik lembaga dan negara, serta dapat menyumbang bagi kemajuan dunia akademik di Indonesia. [MAS]

SHARE

2 COMMENTS

  1. Usul kepada Dikti, daripada menunggu portal GARUDA yang belum jelas juntrungannya, lebih baik jurnal-jurnal yang sudah terakreditasi oleh Dikti dan mempunyai portal, tinggal di link ke portal Dikti saja. Atau pihak Dikti menyediakan ruang “link to accredited journals by Dikti” di portal: http://www.dikti.go.id

  2. Tahniah dan syabas kepada Kementerian Pendidikan di Indonesia yang dah membina jurnal2 akademik agar ianya diiktiraf samada bertaraf kebangsaan, rantau Asia Tenggara mahupun antarabangsa. Ini satu langkah lagi maju daripada di Malaysia. Kami punya dua kementerian, iaitu Kementerian Pelajaran dan Kementerian Pengajian Tinggi, dua-dua tak ambil berat perkara penerbitan jurnal akademik. Oleh itu, harap2 maju jaya kepada Kementerian Pendidikan di Indonesia, khasnya Directorate-General of Higher Education, yang berterusan membina jurnal2 akademik. Sekian, terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here