Mengelola Berkala Ilmiah itu Sangat Sukar, tapi Tugas Mulia

3
137

Mengelola berkala ilmiah adalah pekerjaan yang sangat sukar. Tapi ianya merupakan tugas mulia. Bagi berkala-berkala ilmiah yang belum terakreditasi, maka usaha mendapatkan naskah yang berkualitas adalah perjuangan yang sangat sukar. Tapi bila berkala tersebut sudah terakreditasi, maka naskah akan banyak berdatangan dengan sendirinya, tapi tetap diperlukan kerja keras dari para pengelola jurnal untuk mengedit secara cermat dan teliti serta menerbitkannya agar menjadi artikel yang baik dalam berkala ilmiah tersebut.

Demikian pembicaraan yang mengemuka dalam acara Pembinaan Jurnal yang Memenuhi Standar Mutu dan Tatakelola Nasional di Kampus UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), pada hari Jumat dan Sabtu, 7-8 September 2012. Acara tersebut menghadirkan para pembicara yang pakar dalam masalah manajemen dan penerbitan berkala ilmiah, diantaranya adalah: (1) Prof. Dr. Mien A. Rifai, (2) Prof. Dr. Burhan Nurgiyantoro, (3) Prof. Dr. Pardjono, (4) Dr. Anwar Efendi, dan (5) Dr. Kastam Syamsi.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 40-an para pengelola berkala ilmiah tersebut diselenggarakan oleh Jurnal Cakrawala Pendidikan, sebagai jurnal pembina di UNY, dalam rangka pelaksanaan Program Hibah dari DP2M Ditjendikti Kemdikbud RI (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) tahun 2012. Sebagai jurnal pembina, Cakrawala Pendidikan melakukan seminar dan lokakarya dengan jurnal-jurnal yang dibina agar pengelolaan dan penerbitan jurnal-jurnal yang terakhir itu lebih berkualitas serta dapat terakreditasi di masa depan oleh Ditjendikti Kemdikbud RI.

Banyak hal yang dibicarakan dan didiskusikan dalam acara tersebut. Mengingat pekerjaan para pengelola jurnal ilmiah itu sangat berat, misalnya, maka Dr. Haji Kamin Sumardi (dari jurnal INVOTEK di Bandung) mengusulkan agar pihak Dikti membuat semacam “Direktori para Pengelola Jurnal” di Indonesia. Hal ini untuk memberikan rewards dan catatan penting kepada para pengelola jurnal yang sering disebut-sebut sebagai “hanya orang gila saja yang mau bekerja sebagai pengelola jurnal”.

Dalam kaitannya dengan isu plagiarisme yang marak akhir-akhir ini di Indonesia, Prof. Dr. Mien A. Rifai mewanti-wanti kepada para pengelola jurnal agar bersikap teliti dan hati-hati. Sebab, kata Mien, jika terdapat artikel plagiat dalam sebuah berkala ilmiah, maka tidak hanya plagiatornya yang akan mendapatkan sanksi tetapi juga berkala ilmiah yang memuat artikel tersebut akan di black list dan/atau terkena dis-insentif oleh Ditjendikti Kemdikbud RI.

Sekaitan dengan itu, dalam sesi tanya-jawab, Andi Suwirta, M.Hum. – yang mewakili jurnal SOSIOHUMANIKA dan sebagai Ketua Umum ASPENSI (Asosiasi Sarjana Pendidikan Sejarah Indonesia) di Bandung – mengusulkan agar pihak Dikti membuat “Direktori para Plagiator” di Indonesia. Hal ini, kata Andi yang juga Dosen Senior di Jurusan Pendidikan Sejarah UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), agar para pengelola jurnal dapat melakukan tindakan preventif untuk menolak artikel-artikel dari mereka yang telah mengamalkan plagiarisme di satu sisi, serta di sisi lain untuk ikut menyelamatkan berkala ilmiah yang dikelola dengan susah-payah tersebut.

Banyak lagi hal-hal yang dibicarakan dalam kegiatan tersebut, tapi satu hal yang pasti adalah bahwa para pengelola berkala ilmiah memiliki semangat untuk secara bersama-sama memajukan dan mendiseminasikan hasil-hasil penelitian dari para akademisi di Indonesia agar dikenal oleh masyarakat luas, baik pada level nasional dan regional Asia Tenggara maupun pada level internatsonal.

Memang, para pengelola berkala ilmiah di Indonesia adalah semacam makhluk langka yang harus terus dipelihara, karena di atas semangat, kerja keras, ketekunan, dan ketelitiannya, mereka juga ikut menjaga “nama baik” Indonesia dalam bidang akademik. [MAS]

SHARE

3 COMMENTS

  1. Wah3, kalau dibuat “Direktori para Plagiator” akan banyak nih para Doktor dan Profesor di Indonesia yang ketar-ketir, jangan2 namanya masuk nominator …!

  2. Harap hati-hati dengan isu plagiat. Bila terjadi, Anda akan terkena moratorium kenaikan pangkat dan jabatan dari Dikti sebagaimana dialami oleh salah sebuah perguruan tinggi yang mengklaim “a leading and outstanding university” di Bandung. Gawat bro!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here