Pengurus ASPENSI: “Turut Berdukacita atas Meninggalnya Prof. Dr. Haji Ismaun”

3
899

Prof. Dr. Haji Ismaun, Guru Besar Emeritus di Jurusan Pendidikan Sejarah UPI (Unversitas Pendidikan Indonesia), Ketua Dewan Penasihat ASPENSI (Asosiasi Sarjana Pendidikan Sejarah Indonesia), dan Redaksi Pakar TAWARIKH: International Journal for Historical Studies telah meninggal dunia pada hari Senin, 20 Agustus 2012, jam 18.23 di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Indonesia, dalam usia 77 tahun. Demikian informasi duka yang kami terima dari Prof. Dr. H. Said Hamid Hasan melalui SMS tadi malam.

“Kami, Pengurus ASPENSI di Bandung mengucapkan dukacita yang sangat mendalam atas kepergian Allahyarham Prof. Dr. Haji Ismaun. Semoga Allah SWT menerima iman, Islam, dan amal sholehnya, serta keluarga yang ditinggalkan oleh Allahyarham tetap tabah, sabar, dan tawakkal”, demikian Andi Suwirta, M.Hum., Ketua Umum ASPENSI, menyatakan dari tempat mudiknya di Kampung Sengon, Desa Tambakjati, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Indonesia.

Menurut Suwirta, Allahyarham adalah Guru Besar yang baik, tawadhu, istiqomah, dan tetap semangat dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, walaupun sudah memasuki masa purnabhakti. Kepergian Allahyarham di Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah, yakni pada hari kedua, sangat mulia di mata Allah SWT dan insya Allah ditempatkan langsung di surga Jannatuna’im. Amin.

Sementara itu Sri R. Rosdianti, S.Pd., Wakil Bendahara ASPENSI, menyatakan bahwa dengan meninggalnya Prof. Dr. Haji Ismaun maka ASPENSI telah kehilangan putra-putra terbaik yang dengan ikhlas mau mendedikasikan dirinya untuk kemajuan organisasi profesi yang hirau dengan bidang disiplin ilmu sejarah dan pendidikan sejarah ini.

“Kami sangat kehilangan Prof. Dr. Haji Ismaun, karena Allahyarham adalah pribadi yang terus mendorong ASPENSI agar maju dan berkembang menjadi organisasi yang profesional”, kata Sri, seraya menambahkan bahwa selain Prof. Dr. Haji Ismaun, maka ASPENSI juga telah ditinggalkan oleh Dr. Haji Utju Sumarsana (Ketua I ASPENSI) dan Drs. Didi Rosadi (Anggota ASPENSI) yang telah Allahyarham pada tahun 2011 yang lalu.

Berikut adalah sekilas tentang profil Allahyarham Prof. Dr. Haji Ismaun, yang diambil dan dimodifikasi dari buku Sejarah adalah Perubahan: Penghormatan 70 Tahun Prof. Dr. H. Ismaun, M.Pd. (Bandung: Historia Utama Press, 2005) dan disunting oleh Andi Suwirta & Didin Saripudin:

Prof. Dr. Haji Ismaun adalah Guru Besar Emeritus di Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Ketua Dewan Penasihat ASPENSI di Bandung, dan Redaksi Pakar TAWARIKH: International Journal for Historical Studies. Dilahirkan di Batang, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia, pada tanggal 16 Juni 1935.

Pendidikan dasar (SR) dan menengah (SMP, SMA) diselesaikannya di Batang dan Pekalongan, Jawa Tengah, pada tahun 1945-1957. Menempuh pendidikan Sarjana Muda (B.A.) di Jurusan Sejarah Budaya FKIP-UNPAD Bandung, 1957-1961; pendidikan Sarjana (Drs.) di Jurusan Pendidikan Sejarah FKIS IKIP Bandung, 1961-1966; pendidikan S2 (M.Pd.) di Program Studi Administrasi Pendidikan Pascasarjana IKIP Bandung, 1992-1994; dan pendidikan S3 (Dr.) di program studi yang sama, 1995-1999. Gelar Guru Besar diraihnya di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung pada tahun 2001.

Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain: (1) Sekretaris Jurusan Sejarah Budaya FKIP UNPAD Bandung, 1965-1966; (2) Ketua Biro Pendidikan Pancasila dan UUD 1945 IKIP Bandung, 1967-1982; (3) Pembantu Dekan I FKIS IKIP Bandung, 1970-1972; (4) Asisten Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni IKIP Bandung, 1971-1977; (5) Ketua Lembaga Pengabdian pada Masyarakat IKIP Bandung, 1976-1985; dan (6) Anggota Dewan Audit UPI-BHMN di Bandung, 2005-2010.

Beberapa karya ilmiahnya antara lain: (1) ”Peranan Sedjarah Nasional Indonesia dalam Rangka Indoktrinasi Pantjasila dan Manifesto Politik Republik Indonesia”. Skripsi Sardjana Tidak Diterbitkan. Bandung: Djurusan Pendidikan Sedjarah FKIS IKIP Bandung, 1966; (2) Tindjauan Pantjasila Dasar Filsafat Negara Republik Indonesia. Bandung: Penerbit Carya Remadja, 1970; (3) Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta: Ditjendikti Depdikbud RI, 1996; (4) ”Manajemen Strategik dalam Pengembangan Mutu Terpadu Program Pendidikan di Perguruan Tinggi”. Disertasi Doktor Tidak Diterbitkan. Bandung: PPS IKIP Bandung, 1999; (5) Filsafat Sejarah. Jakarta: Universitas Terbuka, 1999; dan (6) Filsafat Kemuhammadiyahan. Jakarta: UHAMKA Press, 2005.

Matakuliah yang didalami dan dipegangnya selama ini adalah: (1) Pengantar Ilmu Sejarah; Filsafat Sejarah; dan Sejarah Nasional Indonesia VI 1950-1965, di Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI; (2) Pendidikan Pancasila; Studi Sosial; dan Pendidikan Kewiraan, di ITB Bandung; (3) Filsafat Pancasila dan Sejarah Perjuangan Nasional Indonesia, di SESKO ABRI Bagian Kepolisian RI; (4) Antropologi dan Pendidikan Pancasila, di UNLA Bandung; (5) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, di UNISBA Bandung; (6) Pengantar Sosiologi; Sistem Sosial-Budaya Indonesia; dan Seminar Masalah Pengembangan SDM, di STIA-LAN Bandung; (7) Filsafat Ilmu; Perundang-undangan dan Organisasi Pendidikan; serta Teori Proses dan Konteks Sosial-Budaya, di PPS UPI; (8) Filsafat Ke-Muhammadiyah-an; dan Manajemen Pendidikan, di UHAMKA Jakarta; (9) Filsafat Manajemen Kepariwisataan, di PPS STP Bandung; dan (10) Paradigma Baru: Learning Organization, Kebijakan Publik, dan Manajemen Stratejik, di Diklatpim Tk II LAN RI Bandung.

Pengalaman organisasi yang pernah digelutinya, antara lain: (1) Anggota IKA, Ikatan Alumni, IKIP Bandung/UPI, 1966-sekarang; (2) Anggota ISPI, Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia, 1966-sekarang; (3) Anggota MSI, Masyarakat Sejarawan Indonesia, Cabang Jawa Barat, 1987- sekarang; (4) Anggota NCSS, National Council for Social Studies, di Amerika Serikat, 1989-sekarang; (5) Anggota ISAMI, Ikatan Sarjana Administrasi Manajemen Indonesia, 2004-sekarang; dan (6) Ketua Dewan Penasihat ASPENSI di Bandung, 2006 – sekarang.

Beberapa Tanda Jasa dan Penghargaan yang pernah diperolehnya, antara lain: (1) Satyalencana Dwidya Sistha dari Menhankam/Pangab RI, tahun 1978; (2) Piagam Penghargaan dari Dirjendikti Depdikbud RI, tahun 1986; (3) Piagam Karya Bhakti Satya dari Rektor IKIP Bandung, tahun 1986; (4) Piagam Penghargaan dari Rektor UNPAD Bandung, tahun 1990; (5) Satyalencana Karya Satya Kelas II dari Presiden RI, tahun 1992; (6) Satyalencana Karya Satya XXX Tahun dari Presiden RI, tahun 1997; (7) Piagam Penghargaan dari KAPOLRI, tahun 2002; (8) Piagam Penghargaan dari Rektor UNISBA Bandung, tahun 2002; (9) Piagam Penghargaan dari Kepala Pusat Diklat Sespimnas Bidang Kepemimpinan LAN RI, tahun 2002; dan (10) Piagam Karya Bhakti Satya dari Rektor UPI, tahun 2003.

Prof. Dr. Haji Ismaun menikah dengan Hajah Mimien Umiarsih pada tahun 1964 dan telah dikaruniai 4 (empat) orang putra/putri, yaitu: Ika Istakariana, S.E. (lahir 1965); Etty Nugrahawati, S.H. (lahir 1967); Lili Adi Wibowo, S.Sos.,S.Pd.,M.M., Dr. (lahir 1969); dan Nur Indah Permanasari, S.H.,S.T. (lahir 1971).

Selamat jalan Prof. Dr. Haji Ismaun. Kami, Pengurus ASPENSI, akan tetap mengenang pemikiran, dedikasi, dan amal baik Allahyarham untuk kemajuan organisasi ini. [MAS]

SHARE

3 COMMENTS

  1. Kami, pelajar-pelajar daripada Malaysia yang pernah pengajian di IKIP Bandung dan memperolehi ilmu daripada Prof. Dr. Ismaun, menyatakan takziah.

    Moga2 Allahyarham dicucuri rahmat oleh Allah Swt dan ahli keluarga yang tinggalkan oleh Allahyarham kekal sabar dan tawakkal.

  2. Terima kasih ASPENSI atas informasinya. Inalillahi waina illaihi rojiun. Turut berdukacita atas meninggalnya Prof. Dr. H. Ismaun. Semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan mendapat kesabaran dan ketabahan.

    Jurusan Pendidikan Sejarah UPI dan organisasi ASPENSI telah ditinggalkan oleh salah seorang Guru Besar terbaiknya. Walaupun begitu, semoga Jurusan dan ASPENSI tetap maju dan makin berkibar!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here