ASPENSI dan Program Hibah Simposium Nasional Himpunan Profesi Tahun 2012

4
135

Sesuai dengan surat dari Direktur DP2M (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat), melalui website Ditjendikti Kemdikbud RI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) di: www.dikti.go.id tertanggal 17 April 2012 tentang “Program Hibah Simposium Nasional Himpunan Profesi”, maka pihak ASPENSI (Asosiasi Sarjana Pendidikan Sejarah Indonesia) di Bandung akan mengajukan proposal program tersebut.

Demikian dijelaskan oleh Tri Wahyuning M. Irsyam, Wakil Ketua I ASPENSI yang membidangi masalah organisasi, seminar, penelitian dan pengembangan organisasi, melalui sambungan telefon selulernya pada hari Kamis, 19 April 2012.

Menurut Tri, yang juga Dosen Senior di Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya UI (Universitas Indonesia) di Depok, Jawa Barat, proposal yang diajukan oleh ASPENSI ini akan berbentuk penyelenggaraan Simposium Nasional dengan mengambil tema tentang “Pendidikan Karakter untuk Membangun Bangsa yang Cerdas dan Beradab: Mencari Pengalaman di Masa Lalu untuk Menjawab Tantangan Masa Kini dan Merancang Kehidupan yang Lebih Baik di Masa Depan”.

“Simposium Nasional ini, kalau dibiayai oleh DP2M Ditjendikti Kemdikbud RI, akan dilaksanakan pada tanggal 28-31 Oktober 2012 di Bandung, tempatnya di Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika”, kata Tri, seraya menambahkan bahwa Gedung Merdeka sengaja dipilih dan dijadikan tempat kegiatan untuk mengenang pertemuan internasional para Pemimin Asia dan Afrika pada tahun 1955 dalam rangka perjuangan mengakhiri proses dekolonisasi di seluruh dunia.

Bagi ASPENSI, menyelenggarakan kegiatan seperti ini bukanlah hal yang baru. Pada bulan Agustus 2008, misalnya, ASPENSI telah menyelenggarakan Seminar Internasional tentang “Lifelong Education in Southeast Asian Countries” dan sekaligus peluncuran perdana jurnal EDUCARE: International Journal for Educational Studies. Seminar yang dihadiri oleh sekitar 250 peserta dengan para pembicara pakar dari negara Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Philipina tersebut tergolong sukses. Makalah-makalah yang masuk ke Panitia dan disajikan dalam seminar tersebut kemudian dibukukan dengan judul Lifelong Education in Southesat Asian Countries: A Retrospect and Prospect for Gaining and Enhancing Prosperity, Progress and Democracy (Bandung: ASPENSI Press, 2008, 450 hlm + iv).

Pada tahun 2009, ASPENSI juga menyelenggarakan Seminar Internasional di Bandung, dengan tema “The Roles of History, History Education, and Socio-Humanities Disciplines in Enhancing Identity and Character Building of Southeast Asian Nations and Others: Problems and Prospects”. Dalam kegiatan seminar ini sekaligus diluncurkan jurnal terbitan perdana TAWARIKH: International Journal for Historical Studies, sebagai salah satu media milik Himpunan Profesi yang bertaraf internasional. Kegiatan seminar ini juga cukup sukses, dengan mendatangkan 4 (empat) orang pembicara pakar dari luar negeri, yaitu: 2 orang pakar dari Malaysia (Universiti Malaya di Kuala Lumpur dan Universiti Malaysia Sabah di Kota Kinabalu) serta 2 orang pakar dari UBD (Universiti Brunei Darusssalam). Sedangkan pembicara pakar dari Indonesia 1 orang saja, yaitu dari UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto). Jumlah pemakalah dalam Parallel Season juga cukup banyak, yakni 45 orang dari berbagai negara; dengan jumlah peserta seminar seluruhnya adalah 150 orang.

“Jadi, kami adalah terbiasa dan profesional dalam menyelenggarakan pertemuan-pertemuan ilmiah, baik dalam lingkup nasional Indonesia dan regional Asia Tenggara, maupun Internasional”, kata Tri menutup pesan.

Selamat kepada Pengurus ASPENSI di Bandung, semoga program-program kerjanya berjalan dengan sukses dan lancar. [MAS]

SHARE

4 COMMENTS

  1. Selamat dan sukses selalu, mbak Tri. Terima kasih informasinya, sangat menarik. BTW boleh nggak kami menulis makalah “Lagu Iwak Peyek dan Pembangunan Karakter Bangsa: Antara Dibenci dan Digandrungi?”. He he he.

    • Salam Trio Macan: Kamu boleh menulis makalah seperti itu. Tapi waktu menyajikan makalah nanti, bukan pinggul kamu yang bicara, cukup mulut kamu saja yang bicara. Serius yah!

  2. Congratulation to the ASPENSI Committee. I am proud to your agendas. Insya Allah, I will participate in the Symposium. Cheers!

  3. Salam, puan Tri. I rasa puan tu tuan, bila tak tengok gambar. Maaf ye. I berminat pulak untuk hadir dalam majelis persidangan nanti. Temanya seronok dan ianya sesuai dengan kepentingan cikgu agar boleh mentadbir bilik darjah, termasuk murid-murid, selari dengan dasar Wawasan 2020 di Malaysia. InsyAllah, I nak pergi Bandung, salah sebuah bandar yang seronok dan cantik di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here