Rencana Kegiatan Konferensi dan Kongres I ASPENSI

0
101

Konferensi internasional dan Kongres pertama ASPENSI (Asosiasi Sarjana Pendidikan Sejarah Indonesia) direnanakan akan digelar pada tanggal 20 Mei 2013 tahun depan, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional di Indonesia.

Dalam kegiatan Konferensi, Panitia akan mengundang para guru, dosen, dan akademisi dari Indonesia dan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, dan bahkan juga dunia, untuk berpartisipasi apakah sebagai pemakalah maupun peserta dalam kerangka mengembangkan disiplin ilmu sejarah dan pendidikan sejarah.

Sedangkan dalam kegiatan Kongres I, Panitia akan mengudang para Anggota dan Pengurus ASPENSI untuk mensukseskan minimal tiga agenda penting, yaitu: (1) Memilih Ketua Umum ASPENSI untuk periode 2013-2018; (3) Merumuskan program kerja ASPENSI; serta (3) Memperbaiki dan menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai landasan hukum ASPENSI.

Sekretaris Jenderal ASPENSI, Dr Haji Didin Saripudin, menyatakan bahwa sebagai organisasi yang bersifat profesional dan independen, ASPENSI telah banyak berkiprah nyata dalam dunia akademik, khususnya dalam bidang penelitian, pendidikan dan pelatihan, advokasi anggota, serta penerbitan jurnal-jurnal ilmiah dan buku-buku yang berkenaan dengan disiplin ilmu sejarah dan pendidikan sejaran, serta disiplin ilmu lain yang wujud hubung-kaitnya dengan sejarah dan pendidikan sejarah.

“Karena itu diperlukan seorang figur pemimpin ASPENSI yang mumpuni dan punya visi serta program kerja yang berwawasan masa depan”, katanya di Kampus UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) di Bandung. Didin, yang juga adalah Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah UPI dan lulusan Program Doktor dari UKM (Universiti Kebangsaan Malaysia), menyatakan lebih lanjut bahwa calon Ketua Umum ASPENSI adalah harus berasal dari anggota atau pengurus ASPENSI, serta boleh berasal dari Indonesia atau negara lain yang tercatat sebagai anggota atau pengurus ASPENSI.

“ASPENSI memang bukan organisasi massa atau polititik, tapi organisasi profesi dan akademik yang berpusat di Bandung, Jawa Barat, Indonesia, dan memiliki anggota serta pengurus yang lintas negara”, kata Didin menambahkan.

Sementara itu mengenai tema Konferensi, Didin menyerahkan sepenuhnya kepada Panitia. Namun menurut beliau tidak akan jauh dari masalah sejarah dan pendidikan sejarah, terutama dalam konteks tantangan global dan relevansinya dengan kebutuhan di tingkat lokal, nasional, dan regional.

“Bagi ASPENSI, ini bukanlah pekerjaan baru, Sebab, pada tahun 2008 dan 2009 pun ASPENSI pernah menyenggarakan juga Konferensi Internasional dengan tema Lifelong Education in Southeast Asian Countries dan The Role of History and History Education in Enhancing the National Identity and Character Building”, lanjut Didin.

“Karena itu kami mengundang, sekali lagi, kepada para guru, dosen, dan para akademisi yang peduli dengan disiplin ilmu sejarah dan pendidikan sejarah, atau disiplin ilmu lain yang wujud hubung-kaitnya dengan sejarah dan pendidikan sejarah untuk mengirimkan makalah dan mendiskusikannya dalam konferensi tersebut”, kata Didin, seraya mengakhiri pembicaraan bahwa informasi lebih lanjut tentang kegiatan Konferensi dan Kongres I ASPENSI itu akan ditindaklanjuti nanti oleh Panitia dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. [MAS]

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here